| |
 PK-Sejahtera Online: KPU DKI Jakarta secara resmi mengumumkan hasil Pilkada DKI Jakarta yang digelar Rabu (8/8/2007) lalu. Namun dari hasil penghitungan cepat beberapa lembaga dan hasil penghitungan suara sementara KPUD, bisa dipastikan bahwa pasangan Fauzi-Prijanto memenangi Pilkada DKI.
Hasil penghitungan internal PKS dan Tim Kampanye Adang-Dani juga menunjukkan, bahwa kemenangan Fauzi-Prijanto sudah tidak bisa dielakkan. Kemenangan pasangan itu menjadi absah karena pilkada telah berlangsung demokratis. Memang terdapat masalah dan pelanggaran dalam proses pilkada, namun secara umum pelanggaran itu tiada arti.
Oleh karena itu, tanpa berpikir panjang, PKS bersama Adang-Dani menyampaikan ucapan selamat kepada Fauzi-Bowo. "Saya ucapkan selamat kepada Bang Foke yang unggul dalam Pilkada DKI Jakarta," kata Adang dalam jumpa pers bersama Dani Anwar dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana.
Data yang dikumpulkan PKS, menunjukkan pasangan Adang-Dani memperoleh 1.325.000 suara, lalu pasangan Fauzi-Prijanto meraih 1.770.000 suara. Menurut Triwisaksana, pilkada DKI berjalan aman dan lancar, menunjukkan bahwa masyarakat sudah dewasa dalam berpolitik. "Kami tidak menutup kenyataan bahwa masyarakat Jakarta memberikan kepercayaan yang lebih kepada Fauzi-Prijano."
Pernyataan PKS dan Adang-Dani itu menjadi catatan tersendiri dari babak akhir Pilkada DKI Jakarta. Tidak heran bila semua media yang terbit di Jakarta menjadikannya sebagai judul utama berita. Boleh dibilang, dari 300-an pilkada yang telah berlalu, baru kali ada partai dan pasangan calon yang menerima secara lapang dada hasil pilkada, dan memberikan ucapan selamat kepada pesaingnya yang memenangi pilkada.
Kalau mau ditelusuri ke belakang, sikap pasangan calon presiden dan wakil presiden yang kalah pada Pemilu Presiden 2004, jauh dari prinsip yang dicanangkannya: siap menang dan siap kalah. Bahkan hingga kini Megawati Soekarnoputri belum pernah mengakui kemenangan SBY-Kalla.
Demikian juga berbagai pilkada dua tahun terakhir justru diakhiri oleh nota protes dan aksi ketidakpuasan terhadap hasil pilkada. Ada beberapa yang masuk akal karena didukung oleh data pelanggaran yang kuat, namun sebagian besar yang lain lebih mencerminkan sikap kekanak-kanakan karena tidak rela melihat kemenangan pasangan lain.
Sekali lagi, meskipun kalah, dalam Pilkada DKI Jakarta 2007 ini, PKS meraih kemenangan tersendiri. Pertama, jumlah suara yang diraih Adang-Dani melampaui suara yang diperoleh PKS dalam Pemilu 2004. Kedua, PKS dan Adang-Dani telah memberi pelajaran kepada bangsa ini, bagaimana menjadi konstestan pemilu yang dewasa. Mengakui secara terbuka keunggulan lawan, memberikan ucapan selamat, dan mendorongnya untuk bekerja demi rakyat. Selamat buat PKS dan Adang-Dani! (Detik.com) 
| | |
|
|